Puisi-puisi Maulidan Rahman Siregar (Bag. 1)






RUANG TULIS

kita akan berakhir sebagai
powerbank yang terus diisi
pada saat lampu mati
gelap, pekat hitam lebat
bulat tapi tak menyatukan apa pun
kita bahkan tak bisa menangkap cahaya
ya tuhan
semakin ke sini semakin menyedihkan
semakin penuh dengan banyak tanda tanya
seperti kunciran rambut anak TK
yang kaget saat balon pink-nya meledak
kita
tak menyelesaikan apa-apa
apa pun!

2020





KABAR BAIK

seorang DJ meninggal dunia
pada hari Minggu, ayahnya tidak ke kota
kau tau siapa ayahnya?
ayahnya adalah dirinya sendiri
yang mengajarnya bagaimana begadang
bahkan sejak siang
yang mengajarinya bekerja
bahkan sebelum dewasa

kabar baik ini tolong kau telan
tolong sampaikan
kepada orang baik
yang hampir baik
yang tidak baik
yang baiknya sekali
yang baiknya sekali-kali

tapi juga boleh tak kau sampaikan
sebab apa hebatnya kabar
ia bahkan telah selesai
sebelum kau dengar
ia bahkan telah selesai
sebelum kau dengar
kau kaget
kau ngeri
kau takut
kau menyanyikan apa saja
kau menulis apa saja
kata?

2020





TIANG GANTUNG

nafas hijaumu, sayangku
bikin Joni selalu tegak berdiri
tarian tubuhmu, sayangku
bikin burung bersin selalu
birahi ini, sayangku
milikmu
gantung aku di doa terdalammu
buat lagi aku mati
berkali-kali mati di sampingmu
aku bukan pendusta, sayangku
kau selalu ada dalam matiku

2020





KABAR BURUNG

pada jam makan siang di kantor
seorang om menikahi waktu
dan terus melempar benci
pada siapa saja yang ada di mukanya

kabarnya, om kita selalu ke toilet setelah
makan siang
dan makan matahari

ia selalu batuk-batuk sendiri
entah alergi entah depresi

setiap kali ingat daster istrinya
digigit seorang pelajar smk
yang selalu ia kutuk jadi tapir
hingga cinta menjadi akhir

om kita menilai lagi lapisan perutnya
lemak semua, ia kata
“mana janjimu dulu
kau bilang, kau selamanya”

istrinya sedikit lagi jadi artis
dan dikejar banyak tentara

om kita, tiap makan siang
makan tumbuh-tumbuhan belaka

2020


Tentang penyair:
Maulidan Rahman Siregar, sekarang lebih suka bikin arsip. Belum giat membaca dan menulis. Tidak terlalu suka kucing.    

0 Comments