Puisi-puisi Maulidan Rahman Siregar (Bag. 2)





TOKOH SENI SPOON INDONESIA

bapaknya mati di instagram
dan ia mengudara 24 jam
membacakan puisi-puisi sedih
yang ditulis bapaknya ketika tiada
di dunia fana
meronta-ronta suaranya
seperti laju kuda
yang disodomi seekor domba
rekan-rekan pendengar bolehlah berdoa
tapi jangan sependek antara buitenzerg dan
chirebon
panjang-panjangkan
sepanjang tapak kaki di antara saffa dan
marwah
sebab bapaknya yang mati, sudah hidup lagi
dan kembali menulis puisi
ia akan mengudara, selalu mengudara
melantunkan sajak demi sajak
rekan-rekan pendengar bolehlah mengirim
sebiji-dua biji doa
dalam bentuk pulsa
yang telah dikoinkan
sekian
dari kami,
yang bertemu bapak
di sana

2020





GIGI KELINCI

setelah jenuh jadi bidadari
bayu dan gigi kelincinya
kembali ke hidupnya
menjadi manusia sebagai waria
yang terus berhijab dan berhijab
dari mimpi-mimpi buruk
ia taruh doa kuatnya di rantang
ia taruh mimpi besarnya
untuk terus hidup dan hidup
sebagai waria ibukota
meski trombositnya kadang mengeluh
ususnya pun ingin keluar
dalam lagu ke sekian
bayu akan terus merawat bayi-bayinya
dalam jutaan lagu di saat lampu merah
sekali saja kau dikedipnya
pukaunya akan selamanya

2020





HANA KEPADA BAPAK WIRANTO

kepada bapak wiranto yang merasyucki jiwa
hana memeram bara api di dadanya
yang kecil dan rapat
dengan doa-doa yang terselip di buku-buku
ekonomi
hana mencuci hati pak wiranto yang sedikit
busuk
dengan banyak-banyak minum antimo
dan menghitung biji kuaci

hana ke laut
memilih ombak dan riak
sambil memilih mana batu bata mana batu
nilakandi

dan melemparnya ke muka bapak kita

tentu saja, bapak kita tak mau terima
diaturnya siasat dan lagu-lagu purba
lagu penuh diorama
lagu bahagia
seperti chuba di tangan anak TK

hana ketawa saja
dan melanjutkan cita-cita
jadi sarjana ekonomi

ia ingin menghapus kemiskinan!

2020

0 Comments