Teori Konsumsi Informasi

[Pic: medium.com]

Adelia Hardianti Muhammadia

 

Teori uses and gratification (kegunaan dan kepuasan) yang dicetuskan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz pada tahun 1940 merupakan sebuah model teori yang memandang khalayak sebagai audiens aktif pengguna media. Teori uses and gratification menjelaskan bagaimana media dapat memenuhi kebutuhan pribadi sosial khalayak yang aktif menggunakannya (Santoso & Setiansah, 2010: 140). Teori ini menjelaskan asal-mula kebutuhan secara psikologis dan sosial yang menimbulkan harapan-harapan tertentu akibat media.

 

Adanya keinginan khalayak mengonsumsi media tidak terlepas dari motif-motif atau keinginan. Dari keinginan yang terpenuhi maka akan tercapai sebuah kepuasan, dan jika tidak, khalayak akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memperoleh kepuasan maksimal. Littlejohn, Foss, & Oetzel (2017) menjelaskan bahwa khalayak pengonsumsi media termotivasi oleh berbagai motif dan kebutuhan mereka dalam memilih jenis media untuk memuaskan kebutuhannya. Penggunaan media dapat diukur melalui hubungan individu dengan media, jenis media, serta jumlah waktu berdasarkan intensitasnya.

 

Khalayak memiliki sejumlah alasan dan usaha untuk mencapai tujuan tertentu ketika menggunakan media. (Mcquail, 1996: 9) mengemukakan empat alasan mengapa audiens menggunakan media, yaitu:

 

Pengalihan (disversion), yaitu melarikan diri dari rutinitas atau aktivitas sehari-hari.

 

Hubungan personal, terjadi ketika orang menggunakan media sebagai pengganti teman.

 

Identitas personal, sebagai cara memperkuat nilai-nilai individu.

 

Pengawasan (surveillance), yaitu informasi mengenai bagaimana media membantu individu mencapai sesuatu.

 

Efek yang timbul dari diri khalayak seperti emosi dan perilaku dapat dioperasionalisasikan sebagai evaluasi kemampuan media untuk memberi kepuasan. Teori ini memiliki beberapa cakupan dasar yaitu asal-mula kebutuhan, kebutuhan sosial dan psikologis, ekspektasi yang timbul dari kebutuhan tersebut, media massa atau sumber lain yang digunakan, pola pemaparan media akibat keterlibatan dalam kegiatan lain, munculnya pemenuhan kebutuhan dan munculnya konsekuensi lain yang tidak direncanakan. Dengan kata lain, teori ini berupaya memahami interaksi antara asal kebutuhan dengan konteks pengguna media (Palmgreen, 1985).

 

Jika dikaitkan dengan teori uses and gratification, dalam proses ini audiens telah menemukan gratifikasi yang diperoleh. Media bekerja dengan menyoroti bagian dari dunia sosial pada suatu waktu (Lippmann, 1965: 107). Karena audiens selektif tentang keterpaparan mereka terhadap informasi, maka audiens akan secara selektif memilih bagian dunia yang disorot yang ingin mereka lihat. Semakin banyak khalayak mengembangkan kebiasaan khusus dalam memilih media, semakin besar kemungkinan mereka terpapar pada kelompok informasi tertentu (Tewksbury, 2005). Dalam asumsi teori uses and gratification, jika audiens tidak menemukan konten yang disukainya, maka ia akan terus mencari hingga menemukan konten yang sesuai dengan preferensinya.

 

*****

0 Comments:

Post a Comment