Full width home advertisement

Artikel Utama

Tulisan

Memuat...

Post Page Advertisement [Top]

Konstruksi Identitas Kolektif: Wikithon Nitiwanita BASAibu Wiki

Konstruksi Identitas Kolektif: Wikithon Nitiwanita BASAibu Wiki
Konstruksi Identitas Kolektif: Wikithon Nitiwanita di Bali

Konstruksi Identitas Kolektif: Wikithon Partisipasi Publik Nitiwanita di Bali

I Gede Dharma Wirata
Pegiat Sanglah Institute
[Gambar Utama: Dokumentasi Wikithon Nitiwanita]

Visualisasi partisipasi publik perempuan dalam ruang kebijakan.

Wikithon Nitiwanita yang diinisiasi oleh BASAibu Wiki—Bali merupakan representasi dari New Social Movement. Berbeda dengan gerakan klasik yang berfokus pada isu materialistik, gerakan ini menekankan pada isu kultural dan gender, yakni partisipasi dan kepemimpinan perempuan. Dialog Kebijakan Publik #2 yang dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026, menjadi ruang diskusi dimana identitas perempuan Bali didefinisikan ulang—dari objek kebijakan menjadi subjek yang berdaulat dalam ruang publik.

Wikithon Nitiwanita merupakan bentuk perlawanan terhadap hegemoni budaya patriarki yang seringkali tersembunyi dalam struktur adat dan birokrasi. Melalui Dialog Kebijakan #2 Wikithon Nitiwanita, yang dihadiri oleh pemuda, pemerintah, akademisi, komunitas dan stakeholder terjadi pergeseran dari sekadar "keresahan tentang peran perempuan" menjadi "partisipasi aktif perempuan yang terlembagakan".

Sosiolog Prancis Alberto Melucci (1995) Mendefinisikan tentang Identitas Kolektif dimana aktor/subjek melakukan proses konstruksi sosial melalui negosiasi secara berkelanjutan atas simbol, makna, dan emosi sehingga tercipta sebuah aksi kolektif. Pendekatan Melucci membantu kita melihat bagaimana para aktor (pemuda, pemerintah, akademisi, komunitas, stakeholder) menegosiasikan peran mereka untuk menciptakan perubahan sosial yang berbasis identitas budaya Bali yang modern.

[Gambar Suasana Dialog Kebijakan Publik #2: Interaksi Pemuda dan Pemerintah]

Aksi kolektif dalam ruang dialog untuk menegosiasikan simbol dan makna baru.

Definisi Kognitif: Re-interpretasi Simbol Budaya

Melucci (1995) menekankan bahwa identitas kolektif dimulai dari kesepakatan makna. Diskusi tentang Program Kulkul Wadon atas inisiasi peserta Pemenang Wikithon I komang Putra Budi Kurniawan merupakan bentuk kesepakatan makna. Secara tradisional, Kulkul di Bali adalah alat komunikasi di banjar. Dengan menyandingkannya dengan kata Wadon (perempuan), gerakan ini melakukan "re-coding" terhadap simbol patriarki menjadi ruang pemberdayaan perempuan. Ini menciptakan identitas kolektif baru bagi perempuan desa: bahwa mereka memiliki "suara" yang setara dengan bunyi kulkul yang memanggil warga untuk bertindak.

Pergerakan melalui Jaringan (The Networked Movement)

Gerakan sosial baru hidup dalam jaringan yang tidak terlihat (submerged networks) sebelum muncul ke permukaan. BASAibu Wiki—Bali berperan sebagai platform yang mengaktifkan jaringan ini. Peserta yang terdiri dari Duta Bahasa, Forum OSIS, hingga akademisi menunjukkan bahwa gerakan ini bersifat multi vokal.

Keterlibatan tokoh politik DPRD Provinsi Bali, birokrasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Paiketan Krama Istri Bali, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Bunda Literasi Kota Denpasar, perwakilan Camat Denpasar Timur, perwakilan Lurah Serangan, perwakilan Kepala Desa Dauh Puri Kangin Denpasar, Forum Komunikasi OSIS Kota Denpasar, RRI Pro 2 Denpasar, Duta Bahasa; Komunitas Swarani, Sanglah Institute, perwakilan juri, pemenang, dan finalis Wikithon Partisipasi Publik-Nitiwanita, dan Yowana Abhinaya BASAibu Wiki—Bali, adalah upaya gerakan untuk memasukkan identitas "perempuan berdaulat" ke dalam struktur legal-formal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) melalui policy brief yang telah disepakati.

[Gambar Jaringan Multi Vokal: Stakeholder dan Komunitas yang Terlibat]

Kolaborasi lintas sektoral untuk penguatan identitas perempuan dalam policy brief.

Investasi Emosional dan Otonomi Individual

Identitas kolektif membutuhkan keterikatan emosional agar individu mau berkorban. Diskusi yang berlangsung dalam "ruang aman dan setara" memberikan pengakuan (recognition) bagi pemuda. Ketika seorang juara Wikithon seperti I Komang Putra memaparkan karyanya di depan anggota DPRD dan dinas terkait, terjadi penguatan harga diri kolektif (collective self-esteem).

Melucci berargumen bahwa gerakan sosial baru memperjuangkan hak untuk menentukan identitas sendiri. Melalui "Partisipasi Perempuan dalam forum", perempuan Bali sedang mengklaim hak mereka untuk mendefinisikan posisi mereka dalam musyawarah desa, bukan lagi sekadar pendengar pasif.

Sebagai sebuah gerakan yang berbasis pada informasi dan komunikasi, tantangan terbesarnya adalah keberlanjutan. Penandatanganan berita acara dan komitmen monitoring aksi adalah upaya untuk memastikan bahwa identitas kolektif yang telah terbangun dalam ruang dialog tidak menguap setelah acara berakhir, melainkan terinternalisasi menjadi praktik sosial baru di masyarakat Bali.

Referensi
  • Melucci, A. (1995). "The Process of Collective Identity". Dalam buku Social Movements and Culture.
  • Press Release: Dialog Kebijakan 2 Wikithon Nitiwanita BASAibu Wiki - Bali: Pemuda Duduk Bersama DPRD Berbicara Cara Meningkatkan Partisipasi Perempuan di Bali

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]